Sabtu, 15 November 2014

Puisi dan Syair

Kumpulan Puisi dan Syair Indah Jalaluddin Rumi

Jalaludin Rumi atau nama lengkapnya Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri adalah sang pujangga dari tanah Persia. Selain penyair dia juga tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya dia lahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh sebuah kota kecil di kota Khurasan, Afghanistan dan meninggal pada 17 Desember 1273 Masehi di Konya (Turki).

Jalaluddin Rumi, ia mengekspresikannya tulisannya dalam bahasa cinta yang syarat makna. Melalui puisi-puisinya Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam puisinya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.
Berikut kumpulan puisi atau syair Jalaludin Rumi tentang Cinta :
KERANA CINTA
Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
Jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan
KEARIFAN CINTA
CINTA yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
dan tidak pada tempatnya
bisa saja menghantarkannya
pada keadaan ekstasi.
Namun kenikmatan itu,
jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya
kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang
CINTA
“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya,
Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya.
Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya,
Kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai,
Dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta
yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan
dia dan mereka adalah dia.Ini adalah sebuah rahasia
Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.
CINTA : LAUTAN TAK BERTEPI
Cinta adalah lautan tak bertepi
langit hanyalah serpihan buih belaka.
Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta
Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.
Bila bukan karena Cinta,
Bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi tumbuhan?
Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh (hewani)?
Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi nafas (Ruh) yang menghamili Maryam?
Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju
Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang.
Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna
Dan naik ke atas laksana tunas.
Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah
lagu pujian Keagungan pada Tuhan.
PERIH CINTA
Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta:
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat
Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.
Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi,
Cintalah yang membimbing kita ke Sana pada akhirnya.
Akal ’kan sia-sia bahkan menggelepar ’tuk menerangkan Cinta,
Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.
Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari?
Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana.
PERNYATAAN CINTA
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
TANPA CINTA, SEGALANYA TAK BERNILAI
Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan
Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ?
Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan :
“Bukankah Aku ini Rabbmu ?

Rabu, 15 Oktober 2014

Posisikanlah dirimu sebagai seorang "IBU"
Bukanlah seorang kekasih
dimana ia yang selalu menyayangi,,
meski tak diperdulikan, meski jarang didengarkan,
meski tidak diperhatikan..

Sabtu, 16 Agustus 2014

Mama Papa

terlahir dari keluarga sderhana,
bukanlah arti yang tercela
banyak coretan coretan kisah bahagia,
yang takkan terlupa dalam keluarga sederhana
merenung dalam tangisan,
tatkala melihat mama papa berduka
membanting tulang demi putra putrinya
tak kenal seberapa banyak keringat kau cucurkan
hanya demi kesejahteraan
tatkala lampu padam,
kau tetap tegar menghadapi cobaan
dalam gelap gulita,
kau tetap sabar menanti terbitnya sang surya
hidup direnung kesusahan,
namun engkau selalu brjuang
menyekolahkanku demi masa depanku
tak tahu apa yang harus ku balas budikan
setelah engkau berhasil mendidikku
hanya satu kata yang mampu ku ucapkan
terimakasih mama papaku..

Remaja

usia yang paling indah
hati bak digeluti rasa susah
akibat rasa cinta yang kadang tak berbuah
gjolak api cinta,
bak membakar hati dan jiwa
tangis dan canda adalah buaian semata
hanya tangan sang cinta yang mampu membawanya
ntah jalan yang benar maupun salah
\yang dijalankan
''asalkan kite semue bahagie''
itulah ucapan remaja
tak peduli lagi adanya norma agama
tak kenal pahala to dosa yang dijalankan
berjalan, berharap menggapai cita
namun kadang terhalang akibat dosa
pergaulan bebas yang kini melanda
adalah penghancurn remaja secara berkala
rusaknya remaja,
adalah rusaknya bangsa juga Indonesia

khabibii

engkaulah khabibii...
yang memikat hatiku setiap hari..
bagaimana ku tidak terpikat oleh pesonamu ??..
langkahku terhenti karena pandanganmu..
hatiku tergetar oleh senyummu..
tawamu, membuatku terbuai dalam kebahagiaan..
wajahmu yang tampan, senantiasa terbayang dalam khayalan..
engkaulah khabibii..
engkaulah diantara akhwan akhwan itu,,
yang menegakkan sholat dan tunaikan zakat..
hidup dengan berjuta ilmu, dan cita citamu..
alangkah indah hidup,
jika ku mampu menggenggam tanganmu..
menjaga sebongkah hati seutuhnya,,
menjadikanku permaisurimu..
yang senantiasa menyayangi dan mencintaimu..
dalam bimbingan,,
keluarga harmonis Rasul Illahi ..

asmara

lentera kecil beribu cinta..
ku disini ada karena ia..
bukan waktuku hanya bercanda..
karena ku disini demi cinta..
ialah cinta beribu bintang..
menyinariku dalam kegelapan malam..
 memberiku sejuta impian..
dalam merajut keindahan khayalan..
ialah cinta beribu bunga..
menghadirkanku keindahan aroma..
merangkaiku dengan berjuta warna..
membawaku dalam buaian asmara..

Jumat, 15 Agustus 2014

doa ku

Ya Allah ...
ampunilah dosa kedua orang tuaku..
yang mana ia telah rela bangun,
agar aku mampu tertidur pulas...
yang mana ia telah rela menahan lapar.,
demi aku kenyang..
yang mana ia telah rela lelah,,
agar aku mampu tenang ..
ampunilah keduanya..
kasihanilah mereka ..
sebagaimana mereka telah mengasihani aku,,
sewaktu kecil ...